Kecelakaan Kerja di PT FAA Kabun, Polres Akan Datangkan Saksi Ahli

rohulnews.com - 2012-08-26 23:06:05
Kecelakaan Kerja di PT FAA Kabun, Polres Akan Datangkan Saksi Ahli

Ket Foto :

RohulNews-(Pasirpengaraian) Polres Rokan Hulu belum dapat pastikan penyebab terjadinya kecelakaan kerja di Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT Fortius Agro Asia PT (PMKS FFA) Kabun, Jumat malam lalu (24/8/2012). Dalam waktu dekat Polisi akan datangkan saksi ahli.

Kecelakaan kerja Jumat malam lalu di PMKS PT FAA, dua karyawan ditemukan tewas mengenaskan, yakni Haris Damanik (32) dan Jonter Marbun (29). Sedangkan karyawan bernama Abdul Sunan (23) mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya.

"Kita akan datangkan saksi ahli untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan tersebut, dan kita telah mencatat saksi-saksi dari perusahaan, nanti akan kita minta keterangannya," jelas Kapolres Rokan Hulu AKBP Yudi Kurniawan, kepada Wartawan di Pasirpangaraian, Ahad (26/8/2012).

Informasi dari berbagai sumber dirangkum dilapangan, kecelakaan terjadi di bagian proses stasion klarifikasi pengolahan minyak kelapa sawit. Dimana penampungan CPO panas anjlok dan isinya tumpah, sehingga mengenai para karyawan yang kebetulan piket malam.

Perihal itu turut dibenarkan Kapolres Yudi. Menurutnya, dari informasi anggotanya di lapangan, saat karyawan sedang bekerja ada alat yang anjlok, tapi Polisi tidak tahu pasti apa yang anjlok.

Di tempat terpisah, Humas PT FAA, Narto, dikonfirmasi via sambungan telepon mengaku juga belum mengetahui penyebab kecelakaan kerja di PMKS perusahaannya, Jumat lalu. Diakuinya dia tidak berada di tempat saat peristiwa.

"Saya baru ditelepon jam dua pagi, sehingga tidak tahu apa penyebabnya. Untuk hak dan kewajiban kepada keluarga korban tentu ada dari perusahaan, tapi kita belum tahu kapan diserahkan, sebab semua diatur kantor direksi di Pekanbaru," jelasnya kepada Wartawan, Ahad.

Untuk korban luka bakar serius, Abdul Sunan, Narto menerangkan korban tidak dirawat di RS Santa Maria Pekanbaru, melainkan dirawat di RS Bhayangkara Pekanbaru.

"Kondisi Sunan saya juga belum tahu, sebab sekarang saya sedang di Medan ikut mengantarkan korban ke rumahnya. Tapi ada yang jaga dia disana," ujarnya.

Pasca peristiwa kecelakaan kerja di PMKS PT FAA, pihak perusahaan melarang keras awak media masuk ke areal saat Polisi melakukan olah TKP. Enam wartawan yang akan meliput dan masuk ke lokasi dicegah Satpam perusahaan, sehingga hanya dapat mengambil suasana perusahaan dari luar pabrik. Alasan Satpam perusahaan sendiri karena ada intruksi dari pimpinan.

Menanggapi masalah itu, Narto mengaku masalah itu tidak tahu, sebab seluruh manajemen dibagi tugasnya oleh kantor direksi Pekanbaru. "Saya tidak tahu masalah itu, mungkin saja pimpinan kita tidak ingin jika Wartawan di dalam nanti celaka, seperti terperosok," ujarnya.**(ach/vin*)
Terkait
Indeks Berita Sabtu, 30 Agustus 2014
© 2011 rohulnews.com All Right Reserved | Redaksi rohulnewsdotcom | Susunan Redaksi | Hubungi Kami